Monday, January 20, 2025

sedihnya seorang Ummu

Ba'da maghrib, selepas berdoa i bertanya kepada Nak gadis sulung kesayangan yang ikut shalat bersama: "Nak, Uni sayang sama Ummu kah?"

Dia lama terdiam, kemudian menjawab "Uni gak suka disini, Uni disini dimarah marahin aja, uni mau tinggal di padang ganting saja"

"Ummu tanya sama Uni, uni sayang Ummu kah?" Tanya i sekali lagi.

Dia hanya diam, sampe akhirnya i bertanya untuk ketiga kalinya.

Dan akhirnya dia menjawab "Hu uh". Pelan sekali.

DEG...
Jantung ii pilu, Air mata ini sudah tak bisa dibendung lagi.

Anak gadis i yang berusia 6 tahun 8 bulan, yang ii lahirkan, mengakui kalau dia tak sayang ii karena sering i marahi...

Maafkan Ummu nak...
Ternyata begini rasanya saat anak mengakui bahwa dia tak sayang i lagi.
Sedihnya sangat mendalam.
Tak bisa i berkata-kata.
Tak bisa i akui rasa ini lagi saat ditanya kenapa menangis.

Yaaa, Uni memang masih bocah.. masih anak-anak, tapi perasaannya murni tho?
Bukankah ii yang melukai kejiwaannya?
Luka masa kecilnya ini dengan apa kan i obati?

Ampuni i ya Rabb..
I gagal jadi seorang Ibu.
Ampuni i ya Rabb,
Tak bisa jadi istri yang baik.

Monday, January 13, 2025

sambungan permintaan pelatihan di awal tahun 2025


Ya Rabb, Engkau sang Maha Pembolak balik hati dan Pengatur Rezeki, menyaksikan chat yang datang seperti ini seperti membawa i kepada kondisi mulai terbiasa dengan delay ataupun cancel dari interaksi dengan berbagai pihak.

Kecewa kah???
Untuk sekarang ini sih udah mulai terbiasa, berharap memang iya karena adanya pelatihan ini akan menambah income i yang jelas-jelas tidak ada yang tetap setiap bulannya. Tapi, tidak sekecewa sebelum sebelumnya dimana i akan merenung lama dimana letak kesalahan i.

Ada beberapa kejadian yang membuat i seperti mulai membiasakan diri untuk tidak berharap kepada manusia, dan menetapkan dalam hati bahwa ALLAH-LAH YANG MENGATUR SEGALANYA. Sehingga, Jika ada yang memberikan harapan kemudian buyar itu adalah ujian kesabaran, contohnya:
- Permintaan untuk tour leader ke luar negeri (sudah 4x cancel dengan klient yang berbeda, padahal kalau dihitung hitung lumayan besar pemasukan yang kan di dapatkan)
- Permintaan pelatihan dari kedinasan (rasa rasanya akan ada peningkatan diri baik deri segi citra maupun softskill)

Jikasaja orientasi i hanya uang semata, maka akan kecewa yang berlarut larutlah yang kan i hadapi dan efeknya tentu pada kesehatan badan yang rentan terhadap stress.

Sekarang, hati i mulai tenang jika ada kondisi kondisi seperti ini.

Terimakasih Allaah, selalu mengingatkan i dengan cara yang penuh hikmah.
Jika sering marah-marah gak jelas, menyakiti hati suami tanpa sadar ataupun disengaja maka rezeki yang didepan mata dan hampir digenggam bisa lenyap begitu saja. Astaghfirullaah.

Saturday, January 11, 2025

pelayanan prima di dindukcapil

Berikut adalah contoh materi pelatihan tentang pelayanan prima di Dinas Dukcapil:

Pengertian Pelayanan Prima

Pelayanan prima adalah standar pelayanan yang tinggi dan memuaskan bagi masyarakat, dengan fokus pada kecepatan, ketepatan, dan keramahan. Dalam konteks Dinas Dukcapil, pelayanan prima berarti memberikan pelayanan yang efektif, efisien, dan ramah kepada masyarakat.

Tujuan Pelayanan Prima

  1. Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Dinas Dukcapil.
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan.
  3. Membangun citra positif Dinas Dukcapil.
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan.

Prinsip Pelayanan Prima

  1. Ramah: Bersikap sopan, santun, dan menghormati masyarakat.
  2. Cepat: Menyelesaikan proses pelayanan dengan cepat dan tepat waktu.
  3. Tepat: Memberikan informasi yang akurat dan jelas.
  4. Efektif: Menyelesaikan masalah masyarakat dengan efektif.
  5. Efisien: Menggunakan sumber daya dengan efektif dan efisien.

Standar Pelayanan Prima

  1. Waktu pelayanan: Senin-Jumat, 08.00-16.00 WIB.
  2. Proses pelayanan: Maksimal 30 menit.
  3. Kualitas pelayanan: 90% kepuasan masyarakat.
  4. Keramahan: 95% petugas ramah dan sopan.

Langkah-Langkah Pelayanan Prima

  1. Sambutan: Menyambut masyarakat dengan ramah dan sopan.
  2. Penerimaan: Menerima dan memproses permohonan masyarakat.
  3. Penyelesaian: Menyelesaikan proses pelayanan dengan cepat dan tepat.
  4. Pengembalian: Mengembalikan dokumen atau hasil pelayanan.
  5. Evaluasi: Mengevaluasi kepuasan masyarakat.

Teknik Pelayanan Prima

  1. Komunikasi efektif: Berbicara dengan jelas dan sopan.
  2. Mendengarkan aktif: Mendengarkan keluhan masyarakat dengan sabar.
  3. Empati: Memahami dan menghormati perasaan masyarakat.
  4. Penyelesaian konflik: Menyelesaikan konflik dengan profesional.

Tantangan dan Solusi

  1. Keterbatasan sumber daya: Mengoptimalkan sumber daya yang ada.
  2. Kurangnya pengetahuan: Melakukan pelatihan dan pengembangan.
  3. Kepuasan masyarakat: Meningkatkan kualitas pelayanan.

Evaluasi dan Pengukuran

  1. Survei kepuasan: Mengukur kepuasan masyarakat.
  2. Evaluasi kinerja: Mengevaluasi kinerja petugas.
  3. Pengukuran waktu: Mengukur waktu pelayanan.

Kesimpulan

Pelayanan prima di Dinas Dukcapil memerlukan komitmen dan kerja sama dari semua petugas. Dengan memahami prinsip, standar, dan langkah-langkah pelayanan prima, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat.

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Pelayanan Publik.
  3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Publik.

pelayanan prima

Materi Pelatihan: Pelayanan Prima

I. Pengantar Pelayanan Prima

  • Definisi Pelayanan Prima: Pelayanan yang melebihi harapan pelanggan, memberikan pengalaman positif, dan membangun hubungan jangka panjang.
  • Pentingnya Pelayanan Prima: Meningkatkan loyalitas pelanggan, reputasi perusahaan, dan keunggulan kompetitif.

II. Prinsip-Prinsip Pelayanan Prima

  1. Orientasi Pelanggan: Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
  2. Kualitas Layanan: Menyediakan layanan yang konsisten dan berkualitas tinggi.
  3. Komunikasi Efektif: Mendengarkan dan berkomunikasi secara jelas dengan pelanggan.
  4. Responsif: Tanggap terhadap permintaan dan keluhan pelanggan.
  5. Empati: Menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap pelanggan.

III. Elemen-Elemen Pelayanan Prima

  • Sikap dan Penampilan: Pentingnya sikap positif dan penampilan profesional.
  • Keahlian Produk: Pengetahuan mendalam tentang produk dan layanan.
  • Proses Layanan: Memastikan proses pelayanan berjalan lancar dan efisien.

IV. Teknik Pelayanan Prima

  1. Mendengarkan Aktif: Memberikan perhatian penuh kepada pelanggan.
  2. Memberikan Solusi: Menawarkan solusi yang tepat untuk masalah pelanggan.
  3. Mengelola Harapan: Menjelaskan batasan dan memberikan informasi yang realistis.
  4. Follow-Up: Menindaklanjuti untuk memastikan kepuasan pelanggan.

V. Studi Kasus dan Praktik

  • Analisis Kasus Nyata: Mempelajari contoh perusahaan dengan pelayanan prima.
  • Role Play: Simulasi situasi pelayanan untuk mengasah keterampilan.

VI. Evaluasi Pelayanan

  • Umpan Balik Pelanggan: Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik untuk perbaikan.
  • Indikator Kinerja: Mengukur kepuasan pelanggan melalui survei dan metrik lainnya.

VII. Penutup

  • Kesimpulan: Pentingnya konsistensi dalam memberikan pelayanan prima.
  • Tindak Lanjut: Komitmen untuk menerapkan prinsip pelayanan prima dalam setiap interaksi dengan pelanggan.

Materi Pendukung

  • Buku Referensi tentang Pelayanan Pelanggan
  • Video Pelatihan dan Testimoni Pelanggan
  • Alat dan Template untuk Umpan Balik

Catatan

  • Sesuaikan materi ini dengan konteks dan industri spesifik yang relevan.
  • Dorong diskusi dan partisipasi aktif peserta selama pelatihan.